Guru Kreatif, Inovatif, dan Inspiratif, untuk Kaum Muda Indonesia yang Luar Biasa

Bookmark and Share

Guru Kreatif, Inovatif, dan Inspiratif, untuk Kaum Muda Indonesia yang Luar Biasa
Guru Kreatif, Inovatif, dan Inspiratif, untuk Kaum Muda Indonesia yang Luar Biasa-Senang sekaligus terkesan ketika saya mendengar guru saya menginspirasi murid-murid di kelas dengan mengucapkan  kalimat ini : “No One In This World is Stupid” ( Tak Ada Satu Orang Pun di Dunia Ini yang Bodoh).Lalu, guru saya pun melanjutkan maksud dari kalimat tersebut  bahwa sebenarnya semua anak itu pada dasarnya sudah dianugerahi Tuhan  memiliki bakat atau talentanya masing-masing.Hanya, terkadang anak-anak malas untuk mengembangkannya.Tak hanya itu, banyak juga ternyata ditemukan anak-anak yang tidak tahu dimana sebenarnya letak kelebihan-kelebihannya dan bagaimana cara untuk mengeksplorasi kemampuan yang mereka miliki. 

    Faktor ketidaktahuan inilah yang membuat anak-anak  menganggap dirinya tidak hebat dan sering berkata:”Saya kan tidak pintar, Saya tidak sehebat dia, Saya terlalu kecil untuk melakukan hal-hal sebesar itu.” Dan tak jarang ketika guru meminta mereka mengerjakan soal, anak-anak kerap langsung menjawab: “TIDAK BISA.” Padahal belum dicoba.Sebenarnya kelebihan yang ada pada masing-masing pribadi tidak hanya satu,melainkan ada beberapa kelebihan atau  potensi yang kita kenal dengan istilah multiple intelegence.

    Untuk itulah Indonesia saat ini membutuhkan sosok guru hebat yang mampu melahirkan pemimpin-pemimpin muda Indonesia luar biasa, yang berani mengembangkan bakat dan potensinya, serta tidak memiliki keraguan dalam bermimpi. Kreatif, inovatif, dan inspiratif.Itulah tiga karakter penting yang harus dimiliki sosok guru hebat Indonesia. Ketika banyak anak muda Indonesia yang sudah berani berpendapat, bertanya tentang berbagai hal, dan tidak takut berekspresi, maka guru hebat Indonesia patut disebut sebagai sosok yang kreatif.Saat lahir anak-anak muda yang senang mencoba hal-hal baru, patutlah sang guru dihargai sebagai sosok yang inovatif.Kemudian, sang guru berhasil menjadi pribadi yang inspiratif, ketika ia mampu melihat kelebihan-kelebihan atau talenta yang ada pada murid-muridnya di saat murid-murid kebingungan tentang potensi yang dimiliki.

    Disinilah peran guru yang diharapkan dapat memotivasi siswanya untuk meningkatkan rasa percaya diri mereka dengan mencoba berdiskusi bersama murid-murid, mampu menjadi inspirator sekaligus teman untuk bertukar pikiran yang dapat memberi masukan inspiratif,  sehingga guru mampu melihat dan memberi arahan mengenai bakat-bakat yang dimiliki siswa-siswinya.Dengan demikian, akan timbul rasa percaya diri dan antusiasme dari siswa bahwa mereka sebetulnya memiliki kelebihan,potensi, dan bakat yang layak untuk ditonjolkan.Hanya perlu dilatih, dikembangkan, dan diasah saja untuk bisa menjadi pribadi yang hebat dan unggul.Itulah peran guru yang seharusnya hadir di setiap sekolah.

    Janganlah kehadiran guru itu hanya tampil untuk membuat murid-murid pintar dari segi pengetahuan belaka, namun miskin dalam hal berkarakter.Jika kita menyoroti permasalahan yang ada di Indonesia ini, sebetulnya beragam problema itu berakar dari mentalitas bangsa yang kurang baik.Bicara mengenai mentalitas bangsa artinya pembicaraan tak akan lepas dari pendidikan karakter yang masih perlu dibenahi.Sangat baik jika mulai saat ini guru mampu memperkenalkan kepada para anak didiknya tentang Character Building sebagai sarana pembentukan kepribadian para murid yang diharapkan tidak hanya melulu diajarkan segala hal dalam bentuk teori, namun ada aksi nyata yang bisa dituangkan dalam kehidupan sehari-hari dalam lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

    Perkenankanlah saya membagikan pengalaman inspiratif yang saya dapatkan melalui guru-guru saya di sekolah.Mengamati pengalaman saya selama belajar di sekolah, guru yang baik harus mampu memberi apresiasi positif kepada murid-muridnya.Misalnya, dengan memberi pujian ketika sang murid mencoba berkarya dengan potensi yang dimilikinya.Pengalaman ini pernah saya rasakan saat saya mencoba menulis cerita-cerita motivasi, lalu saya perlihatkan pada guru saya.Apresiasi baik akhirnya saya dapatkan dari slah seorang guru computer di sekolah. Ia tak segan-segan dalam memberi pujian, bahkan masukan yang mendorong dan menyemangati saya untuk terus berkarya dalam menulis dan memotivasi banyak orang lewat cerita-cerita inspiratif yang saya buat.Dengan kebesaran hati dari sang guru yang begitu apresiatif untuk bersedia memuji murid-muridnya, maka pasti akan timbul rasa percaya diri dalam diri setiap murid.Bahkan, nantinya murid akan menjadikan guru tak hanya sekedar sosok pendidik, namun sebagai sahabat yang siap membantu dalam berbagai hal.Pernah juga di lain waktu, guru olahraga saya meminta saya untuk menuliskan kalimat-kalimat motivasi untuk hadiah ulang tahunnya dan sebagai simbol untuk memotivasi dan menyemangati guru olahraga tersebut.Kini, optimisme saya dalam mengembangkan bakat untuk menulis semakin bertambah.

    Hal lain lagi yang harus dimiliki sosok guru hebat adalah guru perlu mengajarkan murid-murid bahwa segala sesuatu itu ada prosesnya.Ada pepatah yang mengatakan “Berikanlah kailnya, bukan ikannya.”Guru matematika saya dengan dasar kutipan pepatah tersebut pernah berkata:”Segala Sesuatu Membutuhkan Proses.Jika Ingin Menikmati Hasil yang Baik, Laluilah Proses nya terlebih dahulu.”Dalam hal apa pun tidak sebatas pada pelajaran di sekolah saja, namun dalam kehidupan sehari-hari saya senang mencoba berbagai hal baru.Misalnya saja terlibat menjadi ketua majalah sekolah,aktif dalam kegiatan kepemimpian di lingkungan, dan lain sebagainya.Hal itu terdorong karena kebesaran hati dari sang guru yang mengajarkan bahwa jika ingin hasil yang baik, laluilah prosesnya terlebih dahulu.Dan yang terpenting jangan pernah takut mencoba.Karena kita akan memperkaya diri kita dengan mencoba banyak hal.

    Pernah pula suatu ketika dalam kelas akuntansi, guru saya pernah berkata: “Kalau Mau Maju Harus Berani dan Percaya Diri.”Saat itu guru saya meminta salah seorang anak untuk mengerjakan soal di papan tulis.Siapa pun boleh maju.Namun, banyak di antara murid-murid lain yang takut dan ragu untuk maju ke depan.Mungkin salah satu faktor penyebabnya adalah mereka takut salah.Akhirnya ketika mendengar guru itu berkata “Kita Tak Akan Pernah Rugi Ketika Belajar untuk Berani dan Percaya Diri.”Maka saya memberanikan diri untuk maju dan mulai mengerjakan segala soal yang ada di papan tulis.Lalu, munculah dalam benak saya bahwa ternyata segala sesuatunya tidak sesulit yang saya pikirkan.Ketakutan kita yang membuat kita tak mampu mengerjakan soal.Bagi orang yang takut, mengangkat sehelai daun pun ia tidak sanggup.Tetapi, selama kita mau berani dan percaya diri, maka soal sesulit apapun pasti bisa diselesaikan.Bahkan saya tanpa takut dan malu-malu menanyakan kepada guru akuntansi saya tentang segala hal yang belum saya pahami.Dan pada akhirnya, guru tersebut membentuk pribadi saya menjadi pemberani dan tidak takut untuk bertanya.Ia memberikan peluang bagi saya untuk mengeksplorasi rasa ingin tahu yang mendalam terhadap ilmu pengetahuan.



    Lalu, pembelajaran inspiratif lainnya di dapat dari guru seni rupa.Suatu ketika dalam kelas seni rupa, sang guru pernah berkata:”Orang Kreatif Punya Banyak Alternatif.”Siapapun yang memiliki sikap semacam itu akan memiliki berbagai alternatif dalam memecahkan permasalahan dalam hidunya.”Berangkat dari kalimat tersebut, guru seni rupa itu ingin membentuk karakter anak-anak muda Indonesia dan hendak  menyampaikan kepada kita semua bahwa setiap orang adalah seniman.Sebagai pelukis yang ekspresif dan kreatif tentu harus mampu berkarya dengan imajinasi dan perlu keberanian hebat dalam memainkan kuas untuk menciptakan lukisan berbicara yang mampu memberikan nilai estetika tersendiri bagi banyak orang.Dengan berbagai ide kreatif, penulis hebat berkarya lewat kisah-kisah yang penuh petualangan dan inspirasi bagi banyak orang.Siapapun kita dan apa pun bakat yang kita miliki, kita adalah seniman hebat yang kreatif dan ekspresif.Selama kita mau terbuka untuk berkarya dengan potensi yang kita miliki dan tak takut untuk menuangkan kreativitas kita dan berekspresi secara bebas, maka banyak alternatif yang hadir dalam hidup kita.Belajar dari guru tersebut, perlulah sosok kreatif dan ekspresif ditanamkan dalam pribadi setiap orang,Dan guru harus menjadi teladan atau panutan yang memulai segala hal baik.Jika guru hadir dengan sosok kreatif, maka murid-murid pun akan terdorong untuk menjadi kreatif pula.Berbagai problema yang kita miliki menjadi mudah di selesaikan karena kita orang yang kreatif dan ekspresif.

    Kemudian pengalaman mendidik yang lain saya dapat dari guru komputer saya yang lain  di sekolah.”Hidup Mandiri dan Jangan Tergantung Terus Pada Orang Lain.”Guru tersebut mengharapkan supaya anak-anak mampu mengembangkan talentanya dengan mandiri tanpa setiap kali perlu menunggu dibantu oleh orang lain.Namun dengan usaha sendiri, mengeksplorasi bakat, berani mencoba banyak hal, sehingga anak-anak mampu menekuni talenta mereka dengan disiplin dan konsisten.Pernah suatu kali guru saya bercerita bahwa buku-buku komputer yang ada hanya bisa terbit setelah penulis buku itu mencoba mempraktikannya sendiri dengan komputernya.Berbagai program coba untuk dibuat, lalu memperbaiki hal-hal yang perlu dibenahi, dan setelah berhasil barulah dibukukan supaya masyarakat dapat menimba ilmu dan pengetahuan dari buku tersebut. Ketika guru mampu memberi teladan untuk hidup mandiri, maka murid-murid pun akan mencoba mengikuti jejak baik dari sang guru.

    Pengalaman terakhir yang ingin saya bagikan adalah sosok guru yang baik adalah pengajar moral terhebat dalam hal sosialisasi.Pernah suatu kali di kelas saya begitu banyak anak-anak yang berisik, sibuk dengan urusan pribadi mereka, dan bersikap acuh tak acuh pada guru yang saat itu hendak mengajar.Mendengar kebisingan yang semakin parah, guru tersebut berkata:”Bagaimana kalian akan dihargai oleh orang lain, kalau kalian tidak mau terlebih dahulu menghargai orang lain?”Akhirnya murid-murid di kelas itu terdiam sejenak.Belajar dari guru tersebut, memang benar dalam hal bersosialisasi kita perlu menghargai orang lain, mendengarkan orang lain, dan dengan demikian barulah kita layak dihargai dan dihormati orang lain.

    Saya berharap lewat pengalaman-pengalaman tersebut banyak guru hebat di Indonesia terinspirasi dalam menjadi pendidik-pendidik baik yang mampu mencetak pemimpin-pemimpin muda Indonesia yang luar biasa.Namun, sekali lagi coba saya ingatkan bahwa peran guru tak sebatas mencerdaskan anak-anak dari segi akademik saja,  untuk memperoleh nilai 9 dalam setiap mata pelajaran, menjadikan anak-anak hebat dalam menyelesaikan kurikulum pembelajaran sesuai dengan standar ketuntasan tertentu, dan menguasai berbagai teori dari beragam buku, pintar menghafal, menghitung, dan menganalisa.Tetapi, anak-anak tersebut miskin dari segi karakter.Maka, sudah menjadi peran guru dalam megkolaborasikan ilmu pengetahuan dengan etika.Karena ilmu pengetahuan yang baik perlu didukung dengan penerapan karakter dalam menciptakan mentalitas anak muda yang bermoral dan berakhlak..Karena sesungguhnya Ilmu Pengetahuan tanpa etika sama dengan  orang yang paham teori namun tak mengenal praktik.Untuk itu, guru hebat Indonesia perlu mengajarkan kepada murid-murid hal-hal yang telah saya rumuskan sedemikian rupa:

-Mengenal karena kita “Melihat.
-Mengerti karena kita “Merasakan.”Dengan “Berbicara” yang Baik, kita menjadi Pribadi yang “Berani  dan Kreatif dalam berpendapat. Dengan “Mendengar”  Kita menjadi “Pribadi yang Bijak dalam berempati.
-Bermimpilah jika kau ingin mengharapkan sesuatu,
-Belajarlah dan cobalah segala sesuatu dalam hidup ini, dan Jika kau ingin semua menjadi nyata,   berusahalah, dan kejarlah.

Astrid Wignarajah

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar